Minggu, 11 Desember 2016

                      TUGAS KELOMPOK
PSIKOLOGI UMUM I
PSIKOANALISIS / PSIKODINAMIKA





Disusun Oleh :
Kelompok 6
-Rahul Alexander                                                       ( 16-064 )
-Naufal Ilham Harahap                                             ( 16-069 )
-Abdul Hafiz                                                                ( 16-081 )
-Chindy Dina Die                                                        ( 16-091 )
-Muhammad Dani Syahputra                                   ( 16-101 )
-M.Fadhil Al-Rasyid S.                                              ( 16-103 )







PANDANGAN ALIRAN  /  PERSPEKTIF ALIRAN
 Psikodinamika merupakan salah satu pendekatan yang cukup tua, tentu saja salah satunya disebabkan karena pendekatan ini merupakan pendekatan yang pertama kali muncul dalam dunia psikologi.
Teori psikodinamika adalah teori yang berusaha menjelaskan hakikat dan perkembangan kepribadian. Unsur-unsur yang diutamakan dalam teori ini adalah motivasi, emosi, dan aspek-aspek internal lainnya. Teori ini mengasumsikan bahwa kepribadian berkembang ketika terjadi konflik-konflik dari aspek-aspek psikologis tersebut, yang pada umumnya terjadi pada anak usia dini.
Teori psikodinamika atau tradisi klinis berangkat dari dua asumsi dasar. Pertama, manusia bagian dari dunia binatag. Kedua, manusia adalah bagian dari sistem energi. Kunci utama untuk memahami manusia menurut paradigma psikodinamika adalah mengenali semua sumber terjadinya pelaku, baik itu berupa dorongan yang disadari maupun yang tidak disadari. Maka, untuk menembah pemahaman tentang teori psikodinamika, pada kesempatan kali ini kami akan menjelaskan teori tersebut secara menyeluruh.




TOKOH-TOKOH ALIRAN PSIKOANALISA/PSIKODINAMIKA

-  SIGMUN FREUD ( 1856-1939 )













-  ERIK ERIKSON ( 1902-1994 )









-  ALFRED ADLER ( 1870-1937)







- CARL GUSTAV JUNG (1875 – 1961)
 


                                                                                          


      Teori Perkembangan Anak Perspektif Psikodinamika Freud
Teori Psikodinamika memandang komponen yang bersifat sosio-afektif sangat fundamental bagi kepribadian dan perkembangan seseorang. Ketegangan yang dimiliki seseorang menjadi komponen penentu dinamika kepribadiannya (Monks, Knoer and Haditono, 2006). Manusia menurut psikoanalis digambarkan sebagai makhluk yang mempunyai naluri dan konflik batiniah ( Jaali, 2008 ). Oleh para psikoanalis, teori Freud ini dipakai untuk terapi orang-orang yang mengalami gangguan mental. Pada makalah ini akan dikupas teori-teori Psikoanalis yang dikembangkan oleh Freud. Dinamika dari perilaku struktrur. Kepribadian menurut Freud terdiri dari 3 bagian utama :

Ø  Id (Das Es)
Id adalah sistem energi yang fenomenal pada diri manusia yang dibawa sejak lahir. Id hanya mengikuti prinsip kesenangan untuk memenuhi keinginannya. Id bersifat murni tidak mengetahui tentang batasan, tidak tahu tentang hukum ataupun peraturan. Id ini muncul pada bayi yang baru lahir sampai usia 1 tahun (Bischof, 1970). Muncul rasa lapar dan haus mengakibatkan bayi berusaha mempertahankan keseimbangan hidupnya dengan berusaha memperoleh makanan dan minuman. 
Libido adalah bagian dari Id yang yang berhubungan dengan energi pada manusia yang berkenaan untuk melanjutkan keturunannya di muka bumi. Libido berkaitan dengan keinginan seksual alami pada manusia (Bischof, 1970).
Ø  Ego (Das Ich)
Ego adalah perpanjangan dari Id yang mengikuti prinsip realitas. Ego mulai muncul pada anak berumur 2 tahunan. Semakin sesuai ego dengan id individu tampak semakin berbahagia (Bischof, 1970). Ego berhubungan dengan kenyataan tetapi ego tidak mempertimbangkan moral. Misal ketika individu lapar secara realistis hanya diatasi dengan makan. Dalam hal ini ego mempertimbangkan cara memperoleh makanan dan mempertimbangan makanan tersebut layak atau tidak. Dengan demikian ego berfungsi untuk melibatkan proses kejiwaan yang bersifat sekunder.



Ø  Superego (Das Ueber Ich)
Superego adalah bagian ketiga dari kepribadian seseorang. Seseorang yang berhasil mengembangkan superegonya kepribadiannya telah berkembang dengan penuh. Superego membuat keputusan mengenai sesuatu perbuatan itu baik atau buruk berdasarkan standar yang telah diterima oleh masyarakat (Bischof, 1970). Superego berkaitan dengan kesadaran seorang individu atau bisa juga dikatakan dengan hati nurani.Superego adalah aspek sosiologis dari kepribadian yang isinya berupa nilai-nilai atau aturan-aturan yang sifatnya normatif. Superego ini terbentuk melalui internalisasi nilai-nilai dari figur-figur berperan, berpengaruh atau berarti bagi individu.
Aspek kepribadian ini memiliki fungsi :
1.      Sebagai pengendali Id agar dorongan-dorongan Id disalurkan dalam aktivitas yang dapat diterima masyarakat.

2.      Mengarahkan ego pada tujuan-tujuan yang sesuai dengan prinsip-prinsip moral.


3.      Mendorong individu kepada kesempurnaan.










Tahap Perkembangan Manusia dilihat dari perkembangan manusia dari lahir hingga dewasa, Freud menggambarkan kepribadian dalam beberapa zona erogen (zona kenikmatan).
Ø  Oral
Zona erogen yang pertama dikenal bayi adalah mulut. Zona erogen disekitar mulut yang mulai dimiliki oleh bayi yang baru lahir yang mengikuti prinsip kesenangan. Zona erogen ini memperoleh kenikmatannya saat menggunakan mulut/bibirnya untuk memperoleh makanan, terdapat pada bayi baru lahir sampai 2 tahun (Bischof, 1970). Bayi yang baru lahir mempunyai keinginan untuk menyusui dari puting ibunya saat lapar. Saat lapar dia menangis dan saat kebutuhannya itu terpenuhi bayi merasa senang. Namun sumber kenikmatan itu tak hanya karena dengan menyusu memperoleh makanan, dengan mulutnya itu bayi merasakan kehangatan ibunya dan gerakan menghisap ritmis itu juga memberikan bayi kenikmatan tersendiri (Monks, Knoer & Haditono, 2006).
Ø  Tahap Anal
Mulai berkembang pada anak usia 2-4 tahun. Di mana pada usia ini anak belajar toilet training. Tahap anal ini anak mulai mengerti dan bisa mengontrol keinginan untuk buang air besar (bowel movement). Ketika feses berhasil dibuang muncullah perasaan lega. (Hall & Lindzey, 1981) 
Ø  Tahap Phallic
Setelah melewati masa oral dan anal, anak memasuki masa phallic. Di mana anak mulai mengenal organ kelaminnya. Dan mengetahui dia berbeda dengan lawan jenisnya. Masa kritis pada anak laki-laki dikenal dengan oedipus complex, yaitu ditandai dengan rasa kecemburuan besar dari anak laki-laki kepada ayahnya. Pada anak perempuan dikenal dengan electra complex
Ø  Tahap Laten
Kira-kira usia 6 sampai pubertas yaitu pada masa anak sekolah. Pada fase ini seksualitas terasa mengendap, tidak akti dan dalam keadaan laten. (Monks, Knoers & Haditono 2006).


Ø  Tahap Genital
Terjadi sejak individu memasuki pubertas dan selanjutnya. Pada masa ini individu telah mengalami kematangan pada organ reproduksi.
Terdapat 3 Tingkat Kesadaran Manusia yaitu,
1.      Sadar (Concious)
Bagian dari keadaan mental manusia saat manusia dalam keadaan benar-benar terjaga/sadar. Dalam keadaan sadar kita tahu siapa diri kita, apa yang kita lakukan, di mana kita berada, apa yang terjadi di sekeliling kita, bagaimana kita melakukan sesuatu. Semakin orang menjadi aktif semakin sadar diri kita (Bischof, 1970).
2.      Prasadar (preconcious)
Tingkat berikutnya adalah prasadar yaitu keadaan antara sadar dan tidak sadar.
3.      Tidak sadar (unconcious)
Bagian terbesar dari keadaan mental seseorang, berisi pengalaman masa lalu seseorang, termasuk pengalaman yang tidak ingin kita ingat lagi.
  Mekanisme Pertahanan Ego (Ego Defense Mechanism)
Ego adalah sentral dari kepribadian. Ego menginginkan sesuatu untuk memberi kesenangan pada seseorang. Saat pemenuhan ego tertunda bahkan terhambat karena berhadapan dengan kenyataan di dunia luar. Keadaan ini membuat seseorang bisa membuat seseorang menjadi sangat sedih dan cemas. Untuk mempertahankan ego maka munculnya mekanisme pertahanan ego dalam diri manusia. Karakteristik utama dari mekanisme pertahanan ego yaitu beroperasi dalam keadaan tidak sadar. Orang yang bersangkutan dalam keadaan tidak sadar bahwa dia sedang mempertahankan egonya (Bischof, 1970)





Di bawah ini beberapa cara ego untuk mempertahankan diri, yaitu :
1.      Represi
Bisa diartikan sebagai menekan/mengekang ego sehingga masuk dalam keadaan tidak sadar. Bentuk-bentuk dari represi ini antara lain menghindar, menarik diri atau membendungnya. 
2.      Regresi
Berarti kembali ke tahap perkembangan sebelumnya. Misalnya individu menjadi berperilaku seperti bayi atau anak-anak lagi.
3.      Formation Reaction
Seperti prinsip polaritas, mekanisme pertahanan ini bereaksi sebaliknya dari yang terjadi pada dirinya. Reaksinya bahkan terlihat ektrem.
4.      Projeksi
Menyertakan dan menyalahkan orang lain atas kesulitan yang seseorang alami, bahkan orang lain dituduh lebih bersalah dari pada dirinya. 
5.      Fiksasi
Hampir sama dengan regresi yaitu terlihat kembali ke tahapan seperti anak bayi. Namun dalam fiksasi seseorang memang memperoleh kenyamanan melakukan hal tersebut. Contoh fiksasi oral. Ke lima diatas merupakan mekanisme pertahanan diri yang sering dibicarakan. Mekanisme pertahanan diri yang lain adalah
6.      Sublimasi
Mekanisme pertahanan ego yang ditujukan untuk mencegah atau meredakan kecemasan dengan cara mengubah dan menyesuaikan dorongan primitif Id yang menjadi penyebab kecemasan ke dalam tingkah laku yang bisa diterima masyarakat.
7.      Displacement
Adalah pengungkapan dorongan yang menimbulkan kecemasan kepada objek atau individu yang kurang berbahaya dibanding individu semula.


Teori Psikodinamika / psikoanalisis banyak dikembangkan oleh pengikut-pengikut Freud seperti Jung, Adler dan Horney. Teori Freud juga kemudian dikembangkan lagi oleh Erikson 1964. Namun kritikan terhadap teori Freud juga banyak karena menganggap teori psikodinamika itu tidak dapat diuji secara empiris. Selain itu teori Freud ini dirasa terlalu mengedepankan masalah seksualitas.

0 komentar:

Posting Komentar