Minggu, 02 Juli 2017

resume 1 psikologi pendidikan



PEDAGOGI DAN ANDRAGOGI
Andragogi adalah teori belajar yang dikembangkan untuk sebuah kebutuhan khusus bagi orang dewasa berbada dengan pendagogi, sedangkan pedagogi itu sendiri adalah sebuah kebutuhan khusus bagi anak-anak, orang yang telah dewasa mandiri sangat mengharapkan dapat mengambil tanggung jawab atas keputusanya sendiri. Program pembelajaran bagi orang dewasa itu sendiri harus mengakomodasikan aspek fundamental, yang tentunya berbeda dengan pembelajaran bagi anak-anak. Apa perbedaan antara pedagogi dan andragogi, menurut Malcom S. Knowles (1970) membedakan keduanya:
          Andragogi
-          Pembelajaran itu disebut “peserta didik”.
-          Gaya belajar independen.
-          Tujuan fleksibel.
-          Diharapkan kepada peserta didik memiliki pengalaman untuk berkontribusi.
-          Menggunakan metode pengalaman aktif.
-          Pembelajaran juga mempengaruhi waktu dan kecepatan.
-          Sangat pentingnya keterlibatan peserta didik.
-          Belajar ini sangat terpusat kepada masalah dalam kehidupan nyata.
-          Peserta sebagai contoh utama dalam hal ini.
         Pendagogi
-          Pembelajaran disebut “siswa”.
-          Gaya belajarnya dependen.
-          Tujuanya ditentukan sebelum pembelajaran.
-          Lebih diasumsikan siswa kurang informasi.
-          Metode pelatihanya pasif.
-          Guru yang akan mengontrol waktu dan kecepatan.
-          Peserta berkontribusi sedikit pengalaman.
-          Pembelajaran lebih berpusat kepada isi atau teoritis.
-          Guru dalam hal ini sebagai tokoh utama.
Secara lebih rinci Malcom S. Knowles menyediakan asumsi dan proses pedagogi dan andragogi, berikut asumsi yang dimaksud:
           Asumsi pedagogi
-          Secara konsep diri masih ketergantungan
-          Secara pengalaman berharga kecil.
-          Secara kesiapan memiliki tekanan sosial.
-          Secara perspektif waktu aplikasi ditunda.
-          Secara orientasi untuk belajar berpusat pada subtansi mata pelajaran.
-          Secara iklim belajar berorientasi otoritas, resmi.
-          Secara perencanaan oleh guru.
-          Secara perumusan tujuan juga oleh guru
-          Secara desain logika materi pelajaran.
-          Secara kegiatan teknik pelayanan
-          Secara evaluasi oleh guru
    Asumsi andragogi
-          Secara konsep diri peningkatan kemandirian.
-          Secara pengalaman pelajar adalah sumber daya yang kaya untuk belajar.
-          Secara kesiapan peran sosial.
-          Secara perspektif waktu kecepatan aplikasi.
-          Secara orientasi untuk belajar berpusat pada masalah.
-          Secara iklim belajar pemberian rasa hormat, kolaborasi.
-          Secara perencanaan reksa diagnosis diri.
-          Secara perumusan tujuan reksa negosiasi.
-          Secara desain diurutkan dalam hal kesiapan unit masalah.
-          Secara kegiatan teknik pengalaman.
-          Secara evaluasi reksa diagnosis kebutuhan dan program pengukuran.



Perbedaan antara Pedagogi dan Andragogi
Andragogi
Pedagogi
Pembelajar disebut “peserta didik” atau “warga belajar”.
Pembelajar disebut “siswa” atau “anak didik”.
Gaya belajar independen.
Gaya belajar dependen.
Tujuan fleksibel.
Tujuan ditentukan sebelumnya.
Diasumsikan bahwa peserta didik memiliki pengalaman untuk berkontribusi.
Diasumsikan bahwa siswa tidak berpengalaman dan/atau kurang informasi.
Menggunakan metode pelatihan aktif.
Metode pelatihan pasif, seperti metode kuliah/ceramah.
Pembelajar memengaruhi waktu dan kecepatan.
Guru mengontrol waktu dan kecepatan.
Keterlibatan atau kontribusi peserta sangat penting.
Peserta berkontribusi sedikit pengalaman.
Belajar terpusat pada masalah kehidupan nyata.
Belajar terpusat pada isi atau pengetahuan teoritis.
Peserta dianggap sebagai sumber daya utama untuk ide-ide dan contoh.
Guru sebagai sumber utama yang memberikan ide-ide dan contoh.
                                   
                                    Malcom S. Knowles secara lebih rinci menyajikan asumsi dan proses pedagogi untuk dibedakan dengan andragogi. Asumsi dan proses dimaksud disajikan berikut ini.

Asumsi Pedagogi
Asumsi Andragogi
1.      Konsep diri
Ketergantungan.
Peningkatan arah-diri atau kemandirian.
2.      Pengalaman
Berharga kecil
Pelajar merupakan sumber daya yang kaya untuk belajar.
3.      Kesiapan
Tugas perkembangan: tekanan sosial.
Tugas perkembangan: peran sosial.
4.      Perspektif waktu
Aplikasi ditunda.
Kecepatan aplikasi.
5.      Orientasi untuk belajar
Berpusat pada substansi mata pelajaran.
Berpusat pada masalah.
6.      Iklim belajar
Berorientasi otoritas, resmi, dan kompetitif.
Mutualitas/pemberian pertolongan, rasa hormat, kolaborasi, dan informal.
7.      Perencanaan
Oleh guru.
Reksa (mutual) diagnosis diri.
8.      Perumusan tujuan
Oleh guru.
Reksa negosiasi.
9.      Desain
Logika materi pelajaran, unit konten.
Diurutkan dalam hal kesiapan unit masalah.
10.  Kegiatan
Teknik pelayanan.
Teknik pengalaman (penyelidikan).
11.  Evaluasi
Oleh guru.
Reksa diagnosis kebutuhan dan reksa program pengukuran.


0 komentar:

Posting Komentar